Arsip Ekonomi

Berita / Ekonomi

ROWOKELE - Memberdayakan petani sekaligus melestarikan hutan merupakan
salah satu nilai lebih dari wadah kadang tani alas (petani pengelola hutan
rakyat) yang diberi nama Koperasi Taman Wijaya Rasa (Kostajasa) Kebumen. Koperasi yang selama ini fokus menggarap hutan dan hasilnya, kini merambah bidang lain dengan mendampingi warga petani gula semut di Dusun Sawangan dan Wanasari Desa Wonoharjo, Rowokele.

Produksi Gula Semut yang selama ini masih tradisional mencoba digarap lebih baik guna meningkatkan nilai ekonomis, salah satunya dengan menerapkan standarisasi HALAL dari LP POM MUI Jateng agar bisa memasuki pasar modern. Sosialisasi dan koordinasi yang dilakukan Sabtu pagi (04/11) di rumah ibu Tursinah Dukuh Wonosari yang sekaligus juga dibangun untuk homestay ini mendapat sambutan positif dari warga.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama antar warga dengan Kostajasa selaku pendamping. Hal ini diterapkan agar produksi bisa terus terjaga baik secara kuantitas juga kwalitas.

Untung Karnanto selaku pendamping dari Lembaga TFT (The Forest Trust) Kostajasa menjelaskan bahwa program ini merupakan pilot projek, "Ini lagi buat pilotnya, kalau sudah lolos baru kita kembangkan ke seluruh Wonoharjo dan 5 desa lainnya yang punya potensi gula merah dampingan Kostajasa tapi yang mau komitmen dengan kebijakan halal Kostajasa".

Kelima desa lain yang akan menjadi dampingan Lembaga TFT bersama Kostajasa yakni Desa Giyanti Kecamatan Rowokele, Desa Sikayu Kecamatan Buayan, Desa Giripurno, Desa Candi Kecamatan Karanganyar dan Desa Ginandong Kecamatan Karanggayam

Kebijakan produk Halal dan menjaga keamanan produk, salah satunya tidak menggunakan kaleng bekas, harus menggunakan pongkor bambu. Minyaknya tidak boleh pakai minyak yang beli di warung, alias buat minyak klentik sendiri.

"Yang pasti ingin meningkatan pendapatan dari produk gula petani, apalagi gula merupakan pendapatan harian petani. Kami gak berani menjanjikan harga tinggi-tinggi, tapi minimal kita jaga kestabilan harga dan memperbaiki mutu gula dan perbaikan proses yang ada selama ini", pungkas Untung. (h4r)