Arsip Lalu Lintas

Berita / Lalu Lintas

Ini 2 Titik Paling Rawan Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Wonodadi Buayan

21 Oktober 2017 10:25:18 WIB Samsudin Lalu Lintas dibaca 212 kali

KEBUMEN ON NEWS - Letak geografis Desa Wonodadi Kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen berada di daerah pegunungan dengan ketinggian berkisar antara 100 - 300 meter di atas permukaan air laut. Karena letaknya yang cukup tinggi, tentunya Jalan Wonodadi ini pun banyak yang naik-turun dan berkelok-kelok. Dari beberapa titik jalan yang naik-turun tersebut, ada  jalan tanjakan yang tercuram dan/atau jalan turun yang begitu tajam disertai tikungan yang cukup tajam juga.

Walaupun kondisi Jalan Wonodadi seperti demikian, lalu lintas di Jalan Wonodadi tetap bisa menunjang lancarnya berbagai kegiatan warga, seperti: kegiatan ekonomi, sosial, dan sebagai satu-satunya akses jalannya para siswa SD/MI/SMP/MTs/SMA/SMK menuju ke sekolahnya masing-masing. Namun, saat musim hujan tiba yang berakibat jalan banyak yang rusak dan berlubang, para pengguna Jalan Wonodadi menjadi terganggu. 

"Jika melintasi Jalan Wonodadi saat hujan deras sih tidak licin, tetapi saat melintas di waktu gerimis dan sehabis hujan ini yang cukup berbahaya karena jalan menjadi licin akibat tanah yang terbawa aliran air hujan" kata salah satu Warga Wonodadi.

Selain itu, menurut keterangan sebagian Warga Wonodadi, ada 2 titik jalan yang paling rawan kecelakaan lalu lintas, baik saat jalan kering, terlebih jika jalannya licin. Adapun dua titik jalan yang termasuk daerah rawan kecelekaan lalu lintas yaitu:

1. Jalan Wates Geblug-Wonodadi Buayan

Warga Wonodadi menyebut jalan wates karena letaknya merupakan daerah perbatasan antara Desa Geblug dengan Desa Wonodadi. Di Jalan Wates sering terjadi kecelakaan lalu lintas karena jalan tanjakannya yang begitu curam,  jalannya sempit, dan licin ketika habis hujan.

"Sebelum datang musim hujan 2017, jalan yang berlubang sudah ditambal dengan semen, namun saat ini tambalan sudah terkikis oleh air hujan", kata warga.

Nah, karena saat ini ( Oktober 2017 ), jalan di Wates ini kondisinya rusak cukup parah, sehingga para pengguna jalan harus lebih berhati-hati dalam melintasi jalan ini, terlebih jika pengendara sepeda motor berapapasan dengan truk dan/atau mobil jenis lainnya. 

Karena sempitnya jalan, jika terjadi papasan antara sepeda motor dengan mobil, maka salah satu harus mengalah berhenti dan/atau sama-sama tetap jalan dengan pelan. Sedangkan jika terjadi papasan antara mobil dengan mobil, maka salah satu mobil harus mencari tempat berhenti terlebih dahulu.

2. Jalan Gunung Tugel Wonodadi Buayan

Jalan di sekitar Gunung Tugel merupakan jalan turunan-tanjakan tercuram dan tikungan paling tajam dibanding Jalan Wonodadi lainnya. Oleh karena itu, di jalan ini sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Seringnya, kecelakaan terjadi akibat pengendara dari bawah dengan yang dari atas berpapasan tepat di tikungan yang tajam, di mana tikungan tersebut membentuk sudut sekitar 50 derajat.

Semoga suatu saat nanti, khususnya di Daerah Jalan Gunung Tugel diberi lampu rambu-rambu lalu lintas dan diperlebar bahu jalannya, sehingga pengguna jalan bisa bergantian dalam melewati jalan ini dan dengan harapan tidak akan terjadi kecelakaan lagi.

Adapun untuk sepanjang Jalan Wonodadi, semoga cepat diperlebar dan diperbaiki, mengingat di beberapa titik jalan ini aspalnya sudah hancur dan secara keseluruhan bahu Jalan Wonodadi juga terlalu sempit sehingga sulit untuk menepi ketika berpapasan dengan mobil.

Demikian tentang Kondisi Jalan Wonodadi yang Rawan Kecelakaan. Semoga para pengguna jalan lebih berhati-hati saat melewati jalan ini sehingga tidak terjadi kecelakaan lagi.