Arsip Pertanian

Berita / Pertanian

Situ Bagendit, Varietas Unggulan diminati Petani Wonoharjo

14 November 2017 13:53:04 WIB Hariadi Pertanian dibaca 94 kali

KEBUMEN ON NEWS - Memasuki musim tanam kali ini, petani Desa Wonoharjo mulai giat disawah. Aktifitas petani dari pagi sudah mulai nampak dengan berbagai kegiatan, ada yang membajak, ada yang sedang mencangkul dan ada yang terlihat sedang menanam padi.

Tidak serentaknya mereka lebih dikarenakan faktor air, karena dibeberapa lokasi sawah memang terlihat masih kekurangan air, meskipun sudah memasuki musim penghujan, mengingat persawahan di daerah ini terasiring.

Suparman petani warga RT 02 RW 01 Dukuh Luwung Desa Wonoharjo membenarkan, "Iya mas, kalene tesih cilik, sawahku nang nduwur dadi gampang garing", keluhnya dalam logat ngapaknya.

Meski begitu agar tidak tertinggal dengan petani lain dirinya sudah menyemai benih dan sudah tumbuh. Musim tanam kali ini rata-rata petani memilih varietas Situ Bagendit.

Padi varietas Situ Bagendit adalah salah satu varietas padi gogo, tetapi mampu tumbuh baik pada lingkungan lahan sawah. Tanaman ini mempunyai tinggi antara 99 - 105 cm dengan umur tanaman 110 - 120 hari setelah sebar ( HSS ). Varietas Situ Bagendit memiliki bentuk biji ramping, warna gabah kuning bersih, dengan bobot 1000 butir adalah 27,5 gram. Varietas ini mempunyai anakan produktif 12-13 batang/rumpun. Varietas ini tahan terhadap penyakit blas, agak tahan terhadap penyakit hawar daun dan tahan terhadap prnyakit tungro. Varietas ini menghasilkan tekstur nasi pulen, rata-rata produksi 4,0 ton GKP/ha pada lahan kering dan 5,5 GKP/ha pada lahan sawah. Dengan potensi hasil yang demikian, varietas ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi padi nasional, ketahan pangan dan pendapatan petani.

"Siki pada nandur bagendit, berase maen koh, pulen, putih, hampir kabeh batire pada nyebar bagendit", jelas Suparman. Hal senada juga disampaikan oleh Khamali, petani yang juga tengah menggarap sawah. Untuk benih sendiri didapat dari koperasi petani yang ada di daerahnya. Harga satu kantong 5 kg dibeli seharga Rp. 20.000,-. (h4r)