Sejarah Desa Tepakyang Adimulyo dan Sosok Mbah Capati
Reni Arum
Dibaca 598x
2024-10-31 14:35:49
KEBUMEN ON NEWS - Desa Tepakyang, yang terletak di Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang dan kaya akan budaya. Salah satu tokoh yang sangat dikenal di desa ini adalah Mbah Capati, yang namanya kerap muncul dalam cerita rakyat setempat.
Dilansir dari website remsi Desa Tepakyang Adimulyo menyebutkan, pada Jaman dahulu Desa Tepakyang berupa hutan belantara. Suatu ketika datang seorang yang sakti dan bijaksana yang bernama mbah Capati yang berasal dari keraton Yogyakarta, beliau salah seorang keturunan dari Sultan Agung.
Mbah Capati datang ke Tepakyang karena adanya suatu peristiwa. Sebelum diberi nama Tepakyang bernama Desa Sumberaji karena terkenal dengan kesaktian dan ilmu Agama yang merata tetapi setelah adanya bekas telapak kaki seorang tokoh pewayangan yang gagah berani pangeran werkudara, mitosnya adalah terdapatnya saluran yang tidak pernah tertutup.
Wilayah Tepakyang dahulu meliputi dari daerah/dukuh Wates, Jetis, Kaum, Kedoya Kebon, Tugu, Gebang, Tambak dan Karang pencil, dan dahulu sampai sekarang bila ada kematian dikubur di makam Ketos wilayah Tepakyang, dank arena adanya suatu ketertiban dan keadministrasian wilayah dalam pemekaran wilayah sehingga wilayah Tugu dan tambak serta karang pencil menjadi wilayah Desa Sugihwaras.
Untuk itu, sekarang wilayah Desa Tepakyang hanya menjadi 7 wilayah yaitu Wates, Jetis, Kedoya, Kaum, Kebon Wetan, Kebon Kulon dan Tugu gebang yang berbatasan dengan desa Adiluhur.
Dari perhitungan waktu yang cukup lama sampai terbentuknya Desa ini tentunya banyak proses yang telah dilalui demi meningkatkan kualitas pembangunan mental maupun spiritual.
Terkait dengan itu di Desa Tepakyang sudah sejak dulu bahwa untuk mewujudkan suatu cita-cita/membangun Desa berdasarkan musyawarah yang pelaksanaannya secara gotong-royong seperti iuran (uang), tenaga, material, konsumsi dan tidak kalah pentingnya menyumbangkan pikiran.
Namun sampai pada masa Orde Baru kegiatan gotong-royong atau bentuk swadaya atau sebutan lain semakin menurun terbukti bahwa untuk jenis-jenis pungutan wajib dari Pemerintah seperti PBB atau jenis pungutan dari Pemerintah Desa yang telah dimasukkan dalam Peraturan Desa perhatiannya sudah mulai berkurang.
Menghadapi kenyataan tersebut Pemerintahan Desa Tepakyang melalui usaha pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan yang ada di Desa ,sedikit demi sedikit berhasil menumbuhkan kembali sifat dan rasa gotong-royong masyarakat Desa yang berdampak positif terhadap proses pembangunan ekonomi sosial desa Tepakyang.
TERPOPULER
Nasi Penggel Pak Melan: Sarapan Khas Kebumen dengan Sensasi Nasi Bulat Legendaris
#Khas Kebumen
dibaca 483 X
Sambal Gami Resto Kebumen, Surganya Pecinta Pedas dengan Pilihan Sambal Khas Nusantara
#Khas Kebumen
dibaca 481 X
Lesehan Warung Bamboe Kebumen, Favorit Keluarga dengan Cita Rasa Nusantara
#Khas Kebumen
dibaca 472 X
Sambel Juara, Spesialis Nasi Daun Jeruk yang Jadi Primadona Kuliner Malam di Kebumen
#Khas Kebumen
dibaca 471 X
KONTRIBUTOR TERAKTIF
| 1 | Reni Arum | (712post) | |
| 2 | Setiyo nugroho | (197post) | |
| 3 | Hari Satria Wibowo | (181post) | |
| 4 | ![]() |
Arya | (174post) |
| 5 | Siska Ayu | (165post) |
KHAS KEBUMEN
Si Putih yang Manis dari Kecamatan Prembun
Polres Kebumen Bagikan Takjil dan Edukasi Kamtibmas di Alun-alun Pancasila
Cafe Ngisor Klopo, Tempat Nongkrong Baru Bernuansa Alam di Petanahan
Jatimulyo Green Kampoeng, Inovasi Desa Dorong Kerajinan Bambu Naik Kelas
BERITA LAINNYA
Kebumen Siap Tampilkan Pesona Budaya Lewat Pentas Duta Seni di TMII
#Seni dan Budaya
KEBUMEN ON NEWS -Pemerintah Kabupaten Kebumen akan kembali menampilkan kekayaan seni dan budaya daerah melalui Pentas Duta Seni Kabupaten Kebumen yang dijadwalkan berlangsung pada 12 April 2026 di Taman Mini Indonesia Indah, tepatnya di Anjungan Jawa Tengah. Berdasarkan informasi dari...
Pacuan Kuda Bupati Cup 2026 Dipadati Peserta, Warga Sebut Jadi Hiburan Sekaligus Penggerak Ekonomi
#Khas Kebumen
KEBUMEN ON NEWS -Warga di Ambal Kebumen melaporkan tingginya antusiasme dalam ajang Pacuan Kuda Bupati Cup 2026 yang digelar di Lapangan Krido Turonggo, Desa Kaibonpetangkuran, Kamis (26/3/2026). Sebanyak 162 ekor kuda dari berbagai daerah di Indonesia turut ambil...
Warga Antusias, Car Free Night dan Wayang Orang Jadi Ruang Hiburan Sekaligus Pelestarian Budaya di Kebumen
#Seni dan Budaya
KEBUMEN ON NEWS -Warga Kabupaten Kebumen diperkirakan akan kembali memadati Alun-alun Kebumen dalam gelaran Car Free Night yang menghadirkan pementasan wayang orang dari Sanggar Budaya Larasati. Kegiatan ini dinilai masyarakat sebagai ruang hiburan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga...
Sempor Diproyeksikan Bangkit: Warga Harap Penanganan Kemiskinan dan Infrastruktur Tepat Sasaran
#Pembangunan
KEBUMEN ON NEWS - Kecamatan Sempor diperkirakan akan menjadi fokus utama pembangunan Kabupaten Kebumen, menyusul tingginya angka kemiskinan di wilayah tersebut meski memiliki jumlah penduduk terbesar kedua. Hal ini mencuat dalam kegiatan halalbihalal pasca Idul Fitri 1447 Hijriah di...
Harapan Pendidikan Berkualitas dan Sejahtera Menguat
#Pendidikan
KEBUMEN ON NEWS - Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menghadiri kegiatan silaturahmi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan se-Kecamatan Gombong dalam rangka Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kecamatan Gombong pada Sabtu, 28 Maret 2026,...
Siomay Sinar Senayan, Kuliner Favorit di Dekat Masjid Agung Kauman
#UMKM
KEBUMEN ON NEWS -Warga Kauman dan sekitarnya mulai ramai merekomendasikan salah satu kuliner yang cukup populer, yakni Siomay Sinar Senayan yang berlokasi di sebelah Masjid Agung Kauman Kebumen. Dengan harga yang terjangkau, yakni Rp17.000 per porsi, siomay ini menjadi pilihan favorit...
Menjelajah Lantai Samudra yang Tersingkap
#Pariwisata
KEBUMEN ON NEWS - Pernahkah Anda membayangkan berjalan di atas dasar samudra tanpa harus menyelam? Di Cagar Alam Nasional Geowisata Karangsambung, imajinasi itu menjadi nyata. Kawasan ini bukan sekadar destinasi wisata biasa, melainkan sebuah "mesin waktu" geologi...
