Semarak Terlaksananya Adat Istiadat ( BARITAN )
Sugeng Wardoyo
Dibaca 635x
2017-10-10 09:40:47
Kebumen on News - Bahwa kegiatan Baritan adalah bisa dikatakan naluri kuno yang harus dilaksanakan tidak bisa ditinggalkan karena menurut adat akan mengalami kejadian-kejadian yang tidak diinginkan warga misal nya gagal panen, seperti yang dikatakan Bp. KARSONO (sebut saja ki dalang Parman) kelahiran Kebumen pada Tanggal 12 Februari 1961, dia sering melaksanakan Baritan atau Ngruwat seseorang agar yang diruwat menjadi bersih, suci jiwa raganya sehingga aman atau mungkin ada kejadian-kejadian yang tidak diinginkan seseorang tersebut, karena pada zaman dahulu ada seseorang yang sangat sakti dan suci jiwa raganya sehinggadia mengucapkan apapun bisa terkabul, pada suatu hari sedang melaksanakan ritual dia tersangkut pohon bambu darahpun mengalir dan berceceran sehingga mengalir sampai kesawah karena pada saat itu keadaan tanaman padinya sudah mulai subur dan hampir panen, akan tetapi dengan kejadian tersebut tanaman padi mulai mengering dan layu sehingga gagal panen, wargapun sangat resah melihat kejadian tersebut sehingga dilaksanakan Baritan (5/10/2017).
Pertama kali mengadakan Baritan atau Ruwat di makam Bonjor Dukuh Kedunguling Desa Wagirpandan, kegiatan tersebut juga dilaksanakan setiap tahun pada bulan Muharam (bulan Sura) akan kemungkinan gagal panen. Karena warga merasa keberatan karena setiap tahun dilaksanakan sehingga melibatkan Kepala desa dan lembaga Pemerintahan desa terkait dengan anggaran dana yang cukup besar. Karena pada dasarnya kegiatan tersebut untuk kebutuhan satu desa Desa Wagirpandan atau lebih.
Harapan masa depan untuk lebih baik sehingga Desa Wagirpandan mengadakan acara Baritan yang berjudul, “ MBOYONG GUNUNG “ ( gunung dipindah ) desa mawacara lain desa juga berbeda-beda judulnya missal untuk Desa Wagirpandan judulnya Sringuling atau Watugunung boleh saja asalkan mengenai pertanian, Misalkan berjudul Mboyong Gunung disitu ada Betharaguru bersama temannya berdiskusi bahwa jagad masih kearah sebelah barat sehingga nantinya tidak bisa makmur seperti Petani, Pedagang. Tetapi ada caranya biar jagad bumi bisa datar yaitu ada pemindahan gunung itu namanya Gunung JAMUR GIPOK yang saat ini diberi nama Gunung MAHAMERU, sehingga Betharaguru memerintahkan kepada semua warga agar memindahkan gunung dengan bergotong-royong sehingga datar dan akhirnya diangkat gunung tempat yang tadinya datar kelihatan betaih ( pengin tinggal ditempat tersebut ) yang sekarang dikasih nama Betawi karena kesepakatan para dewa yaitu dikasih nama Kota Jakarta, warga meneruskan perjalanan membawa gunung tetapi ada kendala didaerah Bandung gunungnya roboh sedikit sehingga jatuh seperti perahu yang sekarang dikasih nama Tangkuban Perahu dan sampai gunung Slamet, gunung Sindoro, gunung Sumbing, kalau gunung Gendeng didaerah Wonosobo karena para dewa perjalan dari Jakarta sampai Wonosobo sudah kecapaian sehingga pada istirahat ada yang makan, minum, disitu tidak boleh seenaknya sendiri karena disitu ada Tirtakamandanu tidak boleh menetes walaupun setes air, karena sudah pada kecapaian sehingga para dewa berebut ada satu tetes air sehingga ada yang merasa kedinginan sehingga saat ini dikasih nama Wonosobo karena cuacanya dingin warga menanam sayuran kol dan ketang. Ketika sudah sampai jagad Timur gunung yang dibawa ditaruh sehingga bumi datar tidak goyang kearah barat sampai saat ini, lama kelamaan didaerah tersebut tumbuh pohon yang besar dan warga heran dengan adanya tumbuhnya pohon besar kenapa pohon itu bisa mengeluarkan air dari dalamnya ketika dicium ternyata baunya wangi yang sampai sekarang dikasih nama Banyuwangi. (Admin/SW)
"Demikian seperti dilaporkan oleh Sugeng Wardoyo dari Desa Wgirpandan Kecamatan Rowokele Kabupaten Kebumen kepada Tim Liputan Kebumen On News."
TERPOPULER
Sempor Diproyeksikan Bangkit: Warga Harap Penanganan Kemiskinan dan Infrastruktur Tepat Sasaran
#Pembangunan
dibaca 106 X
Polres Kebumen Bagikan Takjil dan Edukasi Kamtibmas di Alun-alun Pancasila
#Khas Kebumen
dibaca 104 X
KONTRIBUTOR TERAKTIF
| 1 | Reni Arum | (720post) | |
| 2 | Setiyo nugroho | (197post) | |
| 3 | Hari Satria Wibowo | (181post) | |
| 4 | ![]() |
Arya | (180post) |
| 5 | Siska Ayu | (165post) |
KHAS KEBUMEN
Lanting Gaplek Khas Kutowinangun, Warisan Rasa yang Tetap Bertahan
Pemkab Kebumen Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2025, Kembali Raih Opini WTP
Sugeng Wibawa Resmi Dilantik Menjadi Anggota DPRD Kebumen Pengganti Antar Waktu
Budidaya Ikan Nila di Bonorowo Kian Menjanjikan
BERITA LAINNYA
Bupati Kebumen Terima Audiensi KKP, Bahas Perpanjangan Izin BUBK dan Optimalisasi Aset Daerah
#Lingkungan Hidup
KEBUMEN ON NEWS - Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menerima audiensi Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP di ruang kerjanya, Kompleks Pendopo Kabumian, Selasa, 30 Juni 2026. Pertemuan yang dihadiri Asisten Perekonomian ...
Pemeliharaan Berkala Jalan Meles–Banjareja Rampung, Warga Rasakan Manfaatnya
#Lalu Lintas
KEBUMEN ON NEWS - Proyek pemeliharaan berkala ruas Jalan Meles–Banjareja di Kabupaten Kebumen telah rampung dikerjakan. Perbaikan infrastruktur tersebut disambut positif oleh masyarakat karena dinilai mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus meningkatkan...
Hobi Jadi Peluang Usaha, Warga Kalibagor Sukses Kembangkan Bisnis Aquarium
#Khas Kebumen
KEBUMEN ON NEWS - Hobi memelihara ikan hias membawa berkah bagi Muksinaji, warga Desa Kalibagor, Kecamatan Kebumen. Berawal dari kegemaran membuat aquarium untuk koleksi pribadi, kini ia berhasil mengembangkan usaha pembuatan aquarium yang melayani pesanan dari...
Lanting Gaplek Khas Kutowinangun, Warisan Rasa yang Tetap Bertahan
#Khas Kebumen
KEBUMEN ON NEWS - Di tengah menjamurnya camilan modern, Tolingah, warga Desa Lundong, Kecamatan Kutowinangun, tetap setia mempertahankan usaha lanting gaplek yang telah diwariskan keluarganya selama puluhan tahun. Usaha...
Penguatan Kapasitas Pengurus Karang Taruna Kecamatan Poncowarno Digelar di Rahayu River Tubing
#Informasi
KEBUMEN ON NEWS - Kecamatan Poncowarno menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Karang Taruna Tahun 2026 yang diikuti oleh perwakilan Karang Taruna dari 11 Desa se-Kecamatan Poncowarno kamis 25/6/2026 di Kawasan obyek wisata Rahayu River Tubing Kebumen....
Bupati Kebumen Perkuat Sinergi dengan Rutan Kelas IIB Kebumen
#Informasi
KEBUMEN ON NEWS - Bupati Kebumen Lilis Nuryani menerima audiensi Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kebumen, Heri Mujiono, di Rumah Berdaya, Senin, 29 Juni 2026. Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus...
Pemkab Kebumen Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2025, Kembali Raih Opini WTP
#Khas Kebumen
KEBUMEN ON NEWS - DPRD Kabupaten Kebumen menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Senin, 29 Juni 2026. Dalam rapat yang...
