Semarak Terlaksananya Adat Istiadat ( BARITAN )
Sugeng Wardoyo
Dibaca 599x
2017-10-10 09:40:47
Kebumen on News - Bahwa kegiatan Baritan adalah bisa dikatakan naluri kuno yang harus dilaksanakan tidak bisa ditinggalkan karena menurut adat akan mengalami kejadian-kejadian yang tidak diinginkan warga misal nya gagal panen, seperti yang dikatakan Bp. KARSONO (sebut saja ki dalang Parman) kelahiran Kebumen pada Tanggal 12 Februari 1961, dia sering melaksanakan Baritan atau Ngruwat seseorang agar yang diruwat menjadi bersih, suci jiwa raganya sehingga aman atau mungkin ada kejadian-kejadian yang tidak diinginkan seseorang tersebut, karena pada zaman dahulu ada seseorang yang sangat sakti dan suci jiwa raganya sehinggadia mengucapkan apapun bisa terkabul, pada suatu hari sedang melaksanakan ritual dia tersangkut pohon bambu darahpun mengalir dan berceceran sehingga mengalir sampai kesawah karena pada saat itu keadaan tanaman padinya sudah mulai subur dan hampir panen, akan tetapi dengan kejadian tersebut tanaman padi mulai mengering dan layu sehingga gagal panen, wargapun sangat resah melihat kejadian tersebut sehingga dilaksanakan Baritan (5/10/2017).
Pertama kali mengadakan Baritan atau Ruwat di makam Bonjor Dukuh Kedunguling Desa Wagirpandan, kegiatan tersebut juga dilaksanakan setiap tahun pada bulan Muharam (bulan Sura) akan kemungkinan gagal panen. Karena warga merasa keberatan karena setiap tahun dilaksanakan sehingga melibatkan Kepala desa dan lembaga Pemerintahan desa terkait dengan anggaran dana yang cukup besar. Karena pada dasarnya kegiatan tersebut untuk kebutuhan satu desa Desa Wagirpandan atau lebih.
Harapan masa depan untuk lebih baik sehingga Desa Wagirpandan mengadakan acara Baritan yang berjudul, “ MBOYONG GUNUNG “ ( gunung dipindah ) desa mawacara lain desa juga berbeda-beda judulnya missal untuk Desa Wagirpandan judulnya Sringuling atau Watugunung boleh saja asalkan mengenai pertanian, Misalkan berjudul Mboyong Gunung disitu ada Betharaguru bersama temannya berdiskusi bahwa jagad masih kearah sebelah barat sehingga nantinya tidak bisa makmur seperti Petani, Pedagang. Tetapi ada caranya biar jagad bumi bisa datar yaitu ada pemindahan gunung itu namanya Gunung JAMUR GIPOK yang saat ini diberi nama Gunung MAHAMERU, sehingga Betharaguru memerintahkan kepada semua warga agar memindahkan gunung dengan bergotong-royong sehingga datar dan akhirnya diangkat gunung tempat yang tadinya datar kelihatan betaih ( pengin tinggal ditempat tersebut ) yang sekarang dikasih nama Betawi karena kesepakatan para dewa yaitu dikasih nama Kota Jakarta, warga meneruskan perjalanan membawa gunung tetapi ada kendala didaerah Bandung gunungnya roboh sedikit sehingga jatuh seperti perahu yang sekarang dikasih nama Tangkuban Perahu dan sampai gunung Slamet, gunung Sindoro, gunung Sumbing, kalau gunung Gendeng didaerah Wonosobo karena para dewa perjalan dari Jakarta sampai Wonosobo sudah kecapaian sehingga pada istirahat ada yang makan, minum, disitu tidak boleh seenaknya sendiri karena disitu ada Tirtakamandanu tidak boleh menetes walaupun setes air, karena sudah pada kecapaian sehingga para dewa berebut ada satu tetes air sehingga ada yang merasa kedinginan sehingga saat ini dikasih nama Wonosobo karena cuacanya dingin warga menanam sayuran kol dan ketang. Ketika sudah sampai jagad Timur gunung yang dibawa ditaruh sehingga bumi datar tidak goyang kearah barat sampai saat ini, lama kelamaan didaerah tersebut tumbuh pohon yang besar dan warga heran dengan adanya tumbuhnya pohon besar kenapa pohon itu bisa mengeluarkan air dari dalamnya ketika dicium ternyata baunya wangi yang sampai sekarang dikasih nama Banyuwangi. (Admin/SW)
"Demikian seperti dilaporkan oleh Sugeng Wardoyo dari Desa Wgirpandan Kecamatan Rowokele Kabupaten Kebumen kepada Tim Liputan Kebumen On News."
TERPOPULER
Nasi Penggel Pak Melan: Sarapan Khas Kebumen dengan Sensasi Nasi Bulat Legendaris
#Khas Kebumen
dibaca 482 X
Sambal Gami Resto Kebumen, Surganya Pecinta Pedas dengan Pilihan Sambal Khas Nusantara
#Khas Kebumen
dibaca 481 X
Lesehan Warung Bamboe Kebumen, Favorit Keluarga dengan Cita Rasa Nusantara
#Khas Kebumen
dibaca 472 X
Sambel Juara, Spesialis Nasi Daun Jeruk yang Jadi Primadona Kuliner Malam di Kebumen
#Khas Kebumen
dibaca 468 X
KONTRIBUTOR TERAKTIF
| 1 | Reni Arum | (712post) | |
| 2 | Setiyo nugroho | (197post) | |
| 3 | Hari Satria Wibowo | (181post) | |
| 4 | ![]() |
Arya | (165post) |
| 5 | Siska Ayu | (165post) |
KHAS KEBUMEN
Polres Kebumen Bagikan Takjil dan Edukasi Kamtibmas di Alun-alun Pancasila
Cafe Ngisor Klopo, Tempat Nongkrong Baru Bernuansa Alam di Petanahan
Jatimulyo Green Kampoeng, Inovasi Desa Dorong Kerajinan Bambu Naik Kelas
Dukung Produk Lokal, 124 UMKM Ramaikan Bazar UMKM Fest 2026
BERITA LAINNYA
Warga Antusias, Car Free Night dan Wayang Orang Jadi Ruang Hiburan Sekaligus Pelestarian Budaya di Kebumen
#Seni dan Budaya
KEBUMEN ON NEWS -Warga Kabupaten Kebumen diperkirakan akan kembali memadati Alun-alun Kebumen dalam gelaran Car Free Night yang menghadirkan pementasan wayang orang dari Sanggar Budaya Larasati. Kegiatan ini dinilai masyarakat sebagai ruang hiburan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga...
Wabup Kebumen Lepas Peserta PRC ke Jakarta, Apresiasi Program Bantu Warga di Momen Lebaran
#Lalu Lintas
KEBUMEN ON NEWS -Wakil Bupati Kebumen, Zaeni Miftah, secara resmi melepas peserta Program Mudik Gratis (PRC) dari Terminal Tipe A Kebumen menuju Jakarta. Pelepasan tersebut berlangsung dengan penuh antusias dari para peserta yang akan kembali ke perantauan usai merayakan Hari Raya Idulfitri di...
Halal Bihalal Paguyuban Mocopat Tresno Budoyo, Perkuat Silaturahmi dan Pelestarian Budaya di Kebumen
#Seni dan Budaya
KEBUMEN ON NEWS -Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan halal bihalal yang diselenggarakan oleh Paguyuban Mocopat Tresno Budoyo bersama Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Kebumen dan Dinas Pariwisata Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk...
Warga Ambal Sambut Antusias Silaturahmi Nasional Keluarga Besar Kalang 2026
#Informasi
KEBUMEN ON NEWS -Warga Kecamatan Ambal menyambut antusias rencana pelaksanaan Silaturahmi Nasional dan Halalbihalal Keluarga Besar Kalang se-Indonesia yang akan digelar di Pendopo Glondongan, Desa Ambalkebrek. Kegiatan ini diperkirakan kembali menjadi salah satu...
Kebumen Siap Tampilkan Pesona Budaya Lewat Pentas Duta Seni di TMII
#Seni dan Budaya
KEBUMEN ON NEWS -Pemerintah Kabupaten Kebumen akan kembali menampilkan kekayaan seni dan budaya daerah melalui Pentas Duta Seni Kabupaten Kebumen yang dijadwalkan berlangsung pada 12 April 2026 di Taman Mini Indonesia Indah, tepatnya di Anjungan Jawa Tengah. Berdasarkan informasi dari...
Pacuan Kuda Bupati Cup 2026 Dipadati Peserta, Warga Sebut Jadi Hiburan Sekaligus Penggerak Ekonomi
#Khas Kebumen
KEBUMEN ON NEWS -Warga di Ambal Kebumen melaporkan tingginya antusiasme dalam ajang Pacuan Kuda Bupati Cup 2026 yang digelar di Lapangan Krido Turonggo, Desa Kaibonpetangkuran, Kamis (26/3/2026). Sebanyak 162 ekor kuda dari berbagai daerah di Indonesia turut ambil...
Sempor Diproyeksikan Bangkit: Warga Harap Penanganan Kemiskinan dan Infrastruktur Tepat Sasaran
#Pembangunan
KEBUMEN ON NEWS - Kecamatan Sempor diperkirakan akan menjadi fokus utama pembangunan Kabupaten Kebumen, menyusul tingginya angka kemiskinan di wilayah tersebut meski memiliki jumlah penduduk terbesar kedua. Hal ini mencuat dalam kegiatan halalbihalal pasca Idul Fitri 1447 Hijriah di...
