FITRA Sosialisasikan Mekanisme Swakelola Tipe 3
Lukman Nurhakim
Dibaca 329x
2022-12-22 11:00:03
KEBUMEN ON NEWS - Untuk mensosialisasikan mekanisme Swakelola Tipe 3, Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menyelenggarakan Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Implementasi Pengadaan Barang Jasa Melalui Swakelola Tipe 3 di Lingkup Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Trio Mall Kebumen, pada Rabu, (21/12/2022) itu dihadiri oleh Asisten 3 Kebumen Muhammad Arifin, Kabag Pengadaan Badang Jamaludin, Manager Riset Seknas Fitra Badi'ul Hadi, dan Presidium Formasi Yusuf Murtiono .
Badi'ul Hadi saat ditemui menuturkan sejak diterbitkannya Perpres tentang Swakelola Tipe 3 menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat untuk bisa turut andil dalam pembangunan di daerahnya. Dimana dalam Swakelola Tipe 3 ini, ada celah bagi Ormas yang masuk dalam sasaran dari Perpres tersebut, sebagai salah satu penerima manfaat dari Swakelola Tipe 3 tersebut.
Di mana dalam Swakelola Tipe 3 ini peran Organisasi Masyarakat akan sangat penting dalam percepatan pembangunan di daerah. Hal ini dikarenakan mereka memiliki basis masa yang cukup besar sehingga memudahkan distribusi pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat.
Untuk itu, Ormas harus segera melakukan pembenahan agar bisa segera mendapatkan manfaat dari Swakelola Tipe 3 tersebut. Namun, apabila hal tersebut tidak dilakukan maka program yang dikembangkan oleh pemerintah tidak bisa berjalan dengan baik.
"Karena kalau tidak ini ya akan tidak bisa berjalan dengan baik apa program yang dikembangkan oleh pemerintah sementara dia satu sisi kita sangat membutuhkan peran Ormas ini di dalam kontek pembangunan di daerah karena mereka memiliki basis, mereka memiliki masa, anggota yang banyak sehingga dengan anggota itu saya kira akan mempermudah proses distribusi apapun bentuknya itu ke masyarakat untuk kesejahteraan masyarakat," ucapnya.
Saat ini, ada beberapa daerah di Indonesia yang sudah menerapkan Swakelola Tipe 3 ini misalnya DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, dan juga Provinsi Kalimantan Barat. Namun catatannya daerah tersebut belum maksimal dalam pelaksanaannya.
"Banyak daerah sudah melaksanakan ini meskipun kapasitasnya belum besar sekarang ini, tetapi ya seperti di Jawa Tengah misalnya Kebumen sudah melaksanakan tapi Cilacap belum apa-apa, misalnya kaya gitu, artinya masih banyak daerah daerah yang belum melaksanakan kebijakan Swakelola Tipe 3 itu," jelasnya.
Dikatakan untuk swakelola sendiri ada 4 (empat) tipe, yang masing-masing memiliki ruang sendiri, sehingga semestinya tidak akan terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaannya. Seperti halnya Swakelola tipe 1 dan 2, di mana program tersebut diperuntukkan kepada penyedia barang dan jasa yang telah berkolaborasi dengan pemerintah.
Kemudian untuk Swakelola tipe 3, diperuntukkan bagi Ormas yang di dalamnya ada LSM, NGO, dan juga Perguruan Tinggi. Sedangkan untuk swakelola tipe 4, diperuntukkan bagi masyarakat, sehingga jelas peran masyarakat dan juga Ormas adalah sebagai pengawas kebijakan pemerintah, salah satunya memastikan ke 4 tipe swakelola bisa berjalan dengan baik di daerah.
"Artinya ya kalo lihat kebijakannya mestinya tidak ada tarik ulur disitu, tapi praktek di lapangan kan kita tidak pernah tahu, karena setiap daerah kan punya pertimbangan masing-masing tetapi secara prinsip tidak akan ada benturan di situ karena ruangannya sudah berbeda-beda, dan ruangannya itu sudah sangat jelas diatur di Perpres jadi tidak ada lagi perdebatan apakah kemudian akan ketarik-tarik misalnya Swakelola Tipe 3 akan ketarik Swakelola Tipe 1 itu tidak akan terjadi karena ruangannya sudah sangat jelas, dan saya kira peran masyarakat dalam posisi ini juga Ormas ya sebagai bagian dari pengawas kebijakan pemerintah, tugasnya salah satunya memastikan bahwa 4 tipe swakelola bisa berjalan dengan baik di daerah," terangnya.
Sementara itu Ketua Presidium Forum Masyarakat Sipil (FORMASI) Yusuf Murtiono mengatakan ini adalah Seminar dan Lokakarya (Semiloka) terkait dengan sosialisasi Peraturan Presiden terbaru tentang pengadaan barang dan jasa yang terkhusus diperuntukkan bagi kelompok masyarakat sipil, seperti NGO, Ormas keagamaan, NU dan Muhammadiyah maupun Perguruan tinggi yang sebelumnya belum pernah ada. FORMASI di sini diberi mandat oleh Seknas Fitra untuk menyelenggarakan sosialisasi tersebut untuk Kebumen dan Kabupaten Cilacap.
Yusuf menjelaskan, kenapa FITRA sebagai motor penggerak. Dikarenakan FITRA sejak awal memang mendukung inisiasi terhadap perpres terbaru ini, yang disebut dengan Swakelola Tipe 3, dan Kebumen menjadi sasaran sosialisasi Swakelola tipe 3 ini, karena sudah memiliki best practise atau pengalaman baik selama dua tahun didalam penerapan kebijakan tersebut.
Namun, yang menjadi problematikanya adalah kelompok masyarakat sipil, Perguruan Tinggi maupun Ormas Keagamaan banyak yang belum mengerti tentang Swakelola Tipe 3. Sehingga mereka masih memiliki keterbatasan terhadap program tersebut.
Harapannya dari sosialisasi ini, masyarakat bisa tahu program Swakelola Tipe 3, dan bisa mengakses dan memanfaatkan program tersebut. Terlebih Kabupaten Kebumen telah melakukan uji coba di tahun 2021 terinformasi Rp1,6 miliar untuk Swakelola Tipe 3 dan di tahun 2022 ada sekitar Rp1,5 miliar. Namun sayangnya, prosesnya seperti apa dan siapa yang mendapatkan belum bisa diketahui.
"Intinya kami mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat terutama Perguruan Tinggi di Kebumen yang punya potensi besar Ormas tapi kenyataannya belum pernah tersentuh dengan peraturan presiden ini," jelasnya. (LN)
TERPOPULER
Sempor Diproyeksikan Bangkit: Warga Harap Penanganan Kemiskinan dan Infrastruktur Tepat Sasaran
#Pembangunan
dibaca 106 X
Polres Kebumen Bagikan Takjil dan Edukasi Kamtibmas di Alun-alun Pancasila
#Khas Kebumen
dibaca 104 X
KONTRIBUTOR TERAKTIF
| 1 | Reni Arum | (720post) | |
| 2 | Setiyo nugroho | (197post) | |
| 3 | Hari Satria Wibowo | (181post) | |
| 4 | ![]() |
Arya | (180post) |
| 5 | Siska Ayu | (165post) |
KHAS KEBUMEN
Lanting Gaplek Khas Kutowinangun, Warisan Rasa yang Tetap Bertahan
Pemkab Kebumen Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2025, Kembali Raih Opini WTP
Sugeng Wibawa Resmi Dilantik Menjadi Anggota DPRD Kebumen Pengganti Antar Waktu
Budidaya Ikan Nila di Bonorowo Kian Menjanjikan
BERITA LAINNYA
Bupati Kebumen Terima Audiensi KKP, Bahas Perpanjangan Izin BUBK dan Optimalisasi Aset Daerah
#Lingkungan Hidup
KEBUMEN ON NEWS - Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menerima audiensi Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP di ruang kerjanya, Kompleks Pendopo Kabumian, Selasa, 30 Juni 2026. Pertemuan yang dihadiri Asisten Perekonomian ...
Pemeliharaan Berkala Jalan Meles–Banjareja Rampung, Warga Rasakan Manfaatnya
#Lalu Lintas
KEBUMEN ON NEWS - Proyek pemeliharaan berkala ruas Jalan Meles–Banjareja di Kabupaten Kebumen telah rampung dikerjakan. Perbaikan infrastruktur tersebut disambut positif oleh masyarakat karena dinilai mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus meningkatkan...
Hobi Jadi Peluang Usaha, Warga Kalibagor Sukses Kembangkan Bisnis Aquarium
#Khas Kebumen
KEBUMEN ON NEWS - Hobi memelihara ikan hias membawa berkah bagi Muksinaji, warga Desa Kalibagor, Kecamatan Kebumen. Berawal dari kegemaran membuat aquarium untuk koleksi pribadi, kini ia berhasil mengembangkan usaha pembuatan aquarium yang melayani pesanan dari...
Lanting Gaplek Khas Kutowinangun, Warisan Rasa yang Tetap Bertahan
#Khas Kebumen
KEBUMEN ON NEWS - Di tengah menjamurnya camilan modern, Tolingah, warga Desa Lundong, Kecamatan Kutowinangun, tetap setia mempertahankan usaha lanting gaplek yang telah diwariskan keluarganya selama puluhan tahun. Usaha...
Penguatan Kapasitas Pengurus Karang Taruna Kecamatan Poncowarno Digelar di Rahayu River Tubing
#Informasi
KEBUMEN ON NEWS - Kecamatan Poncowarno menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Karang Taruna Tahun 2026 yang diikuti oleh perwakilan Karang Taruna dari 11 Desa se-Kecamatan Poncowarno kamis 25/6/2026 di Kawasan obyek wisata Rahayu River Tubing Kebumen....
Bupati Kebumen Perkuat Sinergi dengan Rutan Kelas IIB Kebumen
#Informasi
KEBUMEN ON NEWS - Bupati Kebumen Lilis Nuryani menerima audiensi Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kebumen, Heri Mujiono, di Rumah Berdaya, Senin, 29 Juni 2026. Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus...
Pemkab Kebumen Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2025, Kembali Raih Opini WTP
#Khas Kebumen
KEBUMEN ON NEWS - DPRD Kabupaten Kebumen menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Senin, 29 Juni 2026. Dalam rapat yang...
