Pandan Kuning, Diantara Legenda dan Bersiap Mendegam
Dibaca 6454x
2022-11-01 11:03:39
KEBUMEN ON NEWS - Siapa yang tidak tahu, Kebumen memiliki banyak obyek wisata yang demikian indah. Pantai-pantainya membentang luas, dan menjadi pilihan bagi wisatawan, baik dalam maupun luar Kebumen untuk menikmatinya.
Ada satu obyek wisata pantai yang cukup dikenal juga di Kebumen, bukan saja karena keindahan pantainya. Namun pepohonan nan sejuk serta 'kesrakakalan' tempat ini. Pandan Kuning namanya.
Nama Pandang Kuning bagi sebagian masyarakat wilayah Kebumen tentu tidak asing terdengar di telinga. Karena nama tersebut selalu dihubung-hubungkan dengan Pantai Petanahan yang merupakan gerbang menuju istana alam ghaib di Laut Selatan yang dikuasai oleh seorang ratu yaitu Nyi Roro Kidul.
Konon, untuk bertemu Nyi Roro Kidul ada ritual tertentu dan tempat yang khusus yaitu Pondok Keramat Pandan Kuning yang terletak di sisi barat Pantai Petanahan yang berupa bangunan untuk bersemedi dan juga ada bangunan pendopo.
Seperti disampaikan Sunarti (49 tahun), salah satu warga Kebumen asli Kecamatan Petanahan yang kini berdomisili di Kebumen kota. Ia tampak antusias saat mendengar Pemkab Kebumen tak lama lagi akan menggelar event 'Kebumen Mendegam', tepatnya pada Desember 2022 mendatang. Event ini akan menjadi agenda kegiatan Pemerintah Kabupaten Kebumen untuk menutup tahun 2022 dan menyambut tahun baru 2023 dengan serangkaian acara. Di antaranya konser musik dan juga Kebumen Half Marathon, atau lomba lari marathon.
Menurut Sunarti, saat ia kecil, Pandan Kuning banyak didatangi orang yang memiliki tujuan tertentu. Beberapa yang datang melakukan semedi di Pondok Keramat Pandan Kuning. Konon kata Sunarti, jika beruntung, mereka yang melakukan semedi dapat bertemu dengan penguasa Laut Kidul dan dipenuhi apa yang diinginkan, dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi.
"Ya, waktu saya kecil memang banyak orang yang datang ke Pandan Kuning. Saya lihat sebagain besar dari mereka bersemedi," tutur Sunarti.
Namun seiring berjalannya waktu, Pandan Kuning mulai terlupakan dari hal-hal mistisnya. Kebanyakan mereka datang karena ingin menikmati pemandangan pantainya yang memang indah, dan teduh karena banyaknya pohon cemara di sekitarnya.
"Kalau sekarang, orang ke Pandan Kuning ya untuk wisata, sudah gak kayak dulu lagi," tambah Sunarti.
Sunarti pun menceritakan legenda Pandan Kuning yang ia dengar dari kakek neneknya semasa masih ada.
"Menurut para sesepuh, dulu pada masa pemerintahan Mataram yang Rajanya Sutawijaya, terlahirlah seorang gadis cantik dan jelita yang bernama Dewi Sulastri. Namun gadis keturunan bangsawan selalu bersikap ramah pada siapapun," cerita Sunarti
Sunarti juga menceritakan bahwa gadis bangsawan Sulastri ternyata merasa terkekang dengan adat yang terjadi di lingkungannya. Lastri yang notabene adalah anak dari seorang Bupati Pucang Kembar, Bupati Citro Kusumo yang memang cukup disegani oleh warganya.
"Ternyata, Sulastri ini oleh ayahnya telah dicalonkan dengan Joko Puring. Seorang Adipati di Bulupitu. Ia tak mau dijodohkan dengan Joko Puring. Ia justru mencintai Raden Sujono, sekalipun hanya seorang anak Demang dari Wonokusumo, yang konon ceritanya, datang untuk mengabdi menjadi seorang pembantu," lanjut Sunarti.
Kemudian, Sunarti pun meneruskan ceritanya, kisah cinta Sulastri yang kemudian berubah menjadi sebuah cinta segitiga. Yakni, antara Joko Puring dan Raden Sujono yang sama-sama mencintai Sulastri.
Cinta segitiga ini akhirnya berkembang menjadi huru-hara bagi Kabupaten Pucang Kembar. Namun dengan modal tampan dan kesungguhannya, Raden Sujono berhasil mempersunting Ratu Ayu Kabupaten Pucang Kembar, menggantikan Citro Kusumo menjadi bupati di Kabupaten tersebut.
Prahara cinta ini tak berhenti sampai di sini, sekalipun sudah dipertaruhkan dengan adanya Sayembara dan dimenangkan oleh Raden Sujono. Buntutnya ketika suami Sulastri sedang menjalankan tugas negara memberantas berandal, atau preman-preman, secara kebetulan Joko Puring bisa membawa lari Sulastri sampai ke Pantai Karanggadung (sekarang dikenal sebagai Pantai Petanahan). Tetapi hal tersebut diketahui oleh Raden Sujono dan akhirnya terjadi lagi pertarungan yang maha dahsyat dua satria yang memang punya kesaktian. Namun begitu, Sulastri akhirnya bisa direbut kembali oleh suaminya.
Dalam versi lain menurut Sunarti juga disebutkan, bahwa ketika Sulastri diikat pada pohon Pandan ternyata ada suatu keajaiban. Pandan tersebut berubah menjadi Pandan Kuning dan nama tersebut digunakan untuk memberi nama tempat istirahatnya Sulastri dan suaminya, setelah Joko Puring berhasil dihalau pergi entah kemana.
Itu adalah kisah legenda dari Pandan Kuning. Kini Pantai Pandan Kuning yang berada satu lokasi dengan Pantai Petanahan sudah menjadi sebuah obyek wisata yang demikian indah. Tak hanya Sunarti, warga sekitar cukup antusias dengan akan digelarnya event 'Kebumen Mendegam'. Namun mereka berharap saat event berlangsung, semua tetap menjaga tindak tanduk dan perilaku dengan baik. (dp/gp)
TERPOPULER
Sempor Diproyeksikan Bangkit: Warga Harap Penanganan Kemiskinan dan Infrastruktur Tepat Sasaran
#Pembangunan
dibaca 141 X
Menganti: Bali-nya Kebumen yang Memukau, Paduan Tebing Hijau dan Pasir Putih di Ujung Selatan Jawa
#Pariwisata
dibaca 124 X
KONTRIBUTOR TERAKTIF
| 1 | Reni Arum | (720post) | |
| 2 | Setiyo nugroho | (197post) | |
| 3 | Hari Satria Wibowo | (181post) | |
| 4 | ![]() |
Arya | (180post) |
| 5 | Siska Ayu | (165post) |
KHAS KEBUMEN
Lanting Gaplek Khas Kutowinangun, Warisan Rasa yang Tetap Bertahan
Pemkab Kebumen Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2025, Kembali Raih Opini WTP
Sugeng Wibawa Resmi Dilantik Menjadi Anggota DPRD Kebumen Pengganti Antar Waktu
Budidaya Ikan Nila di Bonorowo Kian Menjanjikan
BERITA LAINNYA
Bupati Kebumen Terima Audiensi KKP, Bahas Perpanjangan Izin BUBK dan Optimalisasi Aset Daerah
#Lingkungan Hidup
KEBUMEN ON NEWS - Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menerima audiensi Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP di ruang kerjanya, Kompleks Pendopo Kabumian, Selasa, 30 Juni 2026. Pertemuan yang dihadiri Asisten Perekonomian ...
Pemeliharaan Berkala Jalan Meles–Banjareja Rampung, Warga Rasakan Manfaatnya
#Lalu Lintas
KEBUMEN ON NEWS - Proyek pemeliharaan berkala ruas Jalan Meles–Banjareja di Kabupaten Kebumen telah rampung dikerjakan. Perbaikan infrastruktur tersebut disambut positif oleh masyarakat karena dinilai mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus meningkatkan...
Hobi Jadi Peluang Usaha, Warga Kalibagor Sukses Kembangkan Bisnis Aquarium
#Khas Kebumen
KEBUMEN ON NEWS - Hobi memelihara ikan hias membawa berkah bagi Muksinaji, warga Desa Kalibagor, Kecamatan Kebumen. Berawal dari kegemaran membuat aquarium untuk koleksi pribadi, kini ia berhasil mengembangkan usaha pembuatan aquarium yang melayani pesanan dari...
Lanting Gaplek Khas Kutowinangun, Warisan Rasa yang Tetap Bertahan
#Khas Kebumen
KEBUMEN ON NEWS - Di tengah menjamurnya camilan modern, Tolingah, warga Desa Lundong, Kecamatan Kutowinangun, tetap setia mempertahankan usaha lanting gaplek yang telah diwariskan keluarganya selama puluhan tahun. Usaha...
Penguatan Kapasitas Pengurus Karang Taruna Kecamatan Poncowarno Digelar di Rahayu River Tubing
#Informasi
KEBUMEN ON NEWS - Kecamatan Poncowarno menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Karang Taruna Tahun 2026 yang diikuti oleh perwakilan Karang Taruna dari 11 Desa se-Kecamatan Poncowarno kamis 25/6/2026 di Kawasan obyek wisata Rahayu River Tubing Kebumen....
Bupati Kebumen Perkuat Sinergi dengan Rutan Kelas IIB Kebumen
#Informasi
KEBUMEN ON NEWS - Bupati Kebumen Lilis Nuryani menerima audiensi Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kebumen, Heri Mujiono, di Rumah Berdaya, Senin, 29 Juni 2026. Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus...
Pemkab Kebumen Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2025, Kembali Raih Opini WTP
#Khas Kebumen
KEBUMEN ON NEWS - DPRD Kabupaten Kebumen menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Senin, 29 Juni 2026. Dalam rapat yang...
